Tips Menghadapi Klien Eyelash Kritis Secara Profesional – Lavere Lash
Langsung ke konten
SHOP ALL

Berita

Tips Profesional Menghadapi Klien Eyelash yang Perfeksionis

by LIT Group 21 Nov 2025 0 komentar

Hai, Lash Sister! Sebagai lash artist atau salon owner, pasti kamu pernah bertemu dengan klien yang kritis, mulai dari yang banyak bertanya, sering membandingkan hasil, hingga yang sulit puas. Sounds familiar?  Tapi tenang, menghadapi klien seperti ini jangan sampai harus stres. Justru di sinilah kemampuan komunikasi efektif dan manajemen pelanggan kamu diuji.


Artikel ini akan membahas bagaimana caranya tetap profesional dalam menghadapi klien yang kritis, tanpa menurunkan kualitas layanan maupun citra salonmu.


1. Ganti Dulu POV nya

 

Pahami Bahwa Klien Kritis = Klien Peduli

Langkah pertama, ubah sudut pandangmu. Klien yang kritis umumnya sih bukan karena ingin menjatuhkanmu, melainkan karena mereka peduli pada hasil dan ingin make sure uang yang mereka keluarkan sepadan dengan layanan yang didapat.

Dengan berpikir seperti ini, kamu bisa menanggapinya dengan lebih sabar dan terbuka. Dengarkan setiap masukan mereka, catat hal penting, dan tunjukkan bahwa kamu menghargai pendapat mereka.

Contoh respons profesional:

“Terima kasih ya Kak sudah kasih masukan. Aku akan pastikan hasil lash-nya nanti sesuai dengan yang Kakak harapkan.”


2. Gunakan Komunikasi yang Efektif Sejak Awal


Kunci utama agar tidak terjadi kesalahpahaman adalah komunikasi yang jelas sejak konsultasi awal. Sebelum memulai treatment, pastikan kamu menjelaskan dengan detail:


  • Jenis perawatan yang dipilih.

  • Model mata dan hasil yang bisa dicapai.

  • Perawatan setelah treatment (aftercare).

  • Risiko atau batasan hasil sesuai kondisi lash alami klien.



 

Dengan komunikasi yang transparan, kamu bisa meminimalkan ekspektasi berlebihan dan menciptakan rasa percaya sejak awal.


3. Tetap Tenang dan Profesional Saat Dikritik


Well, nyatanya tidak semua kritik datang dengan nada lembut. Ada kalanya klien menyampaikan keluhan dengan emosi. Dalam situasi seperti ini, hal terpenting adalah jangan terpancing. Pertahankan sikap tenang, dengarkan hingga selesai, lalu jawab dengan sopan dan fokus pada solusi.

Contoh respons bijak:

“Saya mengerti kalau kakak merasa hasilnya kurang sesuai. Boleh aku lihat bagian yang dimaksud? Kita cari solusinya sama-sama ya.”

Sikap ini akan menunjukkan bahwa kamu adalah profesional yang peduli pada kepuasan pelanggan dan fokus pada hasilnya.


4. Terapkan Manajemen Klien yang Personal

 

Membangun hubungan baik dengan pelanggan bukan hanya tentang hasil akhir, tapi juga tentang bagaimana kamu memperlakukan mereka.

Buatlah sistem manajemen pelanggan yang lebih personal, seperti:

  • Mencatat preferensi tiap klien (panjang, gaya, lem yang cocok).

  • Mengirim pesan follow-up 2-3 hari setelah treatment.

  • Memberi promo atau ucapan ulang tahun.

Hal kecil seperti ini akan membuat klien merasa dihargai, bahkan yang paling kritis sekalipun akan luluh dengan pelayanan yang hangat dan konsisten.


5. Gunakan Feedback Sebagai Bahan Promosi


Menariknya, testimoni dari klien kritis bisa menjadi bukti nyata profesionalismemu. Jika kamu berhasil mengubah pengalaman negatif menjadi positif, minta izin untuk menjadikannya review publik. Hal ini bisa meningkatkan kepercayaan calon pelanggan baru, karena menunjukkan bahwa salonmu peduli terhadap kepuasan klien.

Dengan komunikasi yang efektif, manajemen pelanggan yang personal, dan sikap profesional, kamu bisa menjaga reputasi salon tetap positif, bahkan membuat klien kritis berubah jadi pelanggan setia. Selamat mencoba!

Prev Post
Next Post

Tulis komentar

Ingat, komentar perlu disetujui sebelum dipublikasikan.

Someone recently bought a
[time] ago, from [location]

Terima kasih sudah berlangganan

This email has been registered!

Shop the look

Choose Options

Edit Option
Back In Stock Notification
Terms & Conditions
What is Lorem Ipsum? Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry. Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s, when an unknown printer took a galley of type and scrambled it to make a type specimen book. It has survived not only five centuries, but also the leap into electronic typesetting, remaining essentially unchanged. It was popularised in the 1960s with the release of Letraset sheets containing Lorem Ipsum passages, and more recently with desktop publishing software like Aldus PageMaker including versions of Lorem Ipsum. Why do we use it? It is a long established fact that a reader will be distracted by the readable content of a page when looking at its layout. The point of using Lorem Ipsum is that it has a more-or-less normal distribution of letters, as opposed to using 'Content here, content here', making it look like readable English. Many desktop publishing packages and web page editors now use Lorem Ipsum as their default model text, and a search for 'lorem ipsum' will uncover many web sites still in their infancy. Various versions have evolved over the years, sometimes by accident, sometimes on purpose (injected humour and the like).
this is just a warning
Masuk
Shopping Cart
0 items