Siap Jadi Lash Artist, 10 Manfaat Ikut Kelas Lash Training

Lash artist merupakan sebuah profesi yang mengerjakan eyelash extension. Sambung bulu mata ini kian digemari banyak orang, karena berpengaruh dalam penampilan. Tidak heran jika sekolah alias lash artist academy banyak dicari. Pasalnya, mampu memberikan berbagai pelajaran dan latihan yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan sebagai last artist. Saat ini, lash training di banyak lash artist school banyak dilakukan secara daring, sehingga bisa dijangkau meskipun hanya di rumah saja. Dengan mengambil kelas ini, kamu dapat menjadi lash artist profesional yang bisa membuat bulu mata orang lain lentik dan indah. Beberapa course atau pelatihan umumnya menerbitkan lash artist certification pada mereka yang qualified. Namun, ada banyak manfaat lain mengikuti lash training bagi seorang lash artist. 

  1. Tahu Standar Penggunaan Lem Perekat

Mungkin banyak dari kamu yang penasaran alasan bulu mata klien tidak tahan lama dan mudah rontok. Umumnya kondisi ini disebabkan oleh penggunaan lem yang kurang sesuai.  Seringkali lashes artist pemula akan menaruh terlalu sedikit atau banyak perekat. Dalam kelas training, mereka akan diajarkan mengenai porsi lem perekat standar saat mengerjakan eyelash extension. Misalnya untuk menghindari membubuhkan terlalu banyak, karena dapat menimbulkan gumpalan.  Lalu, jangan menggesek bulu mata pada lem tersebut. Pasalnya, dapat membuat lapisan perekat pada sambungan yang kemudian mengering sebelum memperoleh hasil yang baik pada bulu mata. Ketika terlanjur mengoles lem terlalu banyak, segera bersihkan dengan mengelapnya secara perlahan.

  1. Menghemat Waktu Pengerjaan

Banyak lash artist pemula yang mengulur waktu pengerjaan eyelash extension agar hasilnya terlihat sempurna.  Tiap menitnya dibuang percuma untuk memilih bulu mata ideal demi hasil yang natural. Padahal, yang dibutuhkan adalah teknik ekstensinya. Jenis bulu mata apapun dapat memperoleh hasil maksimal jika kamu tahu langkah yang tepat.  Untuk itu, hindari menggunakan waktu hanya untuk memilih tipe mana yang akan dipasang. Hal ini juga berguna untuk menjauhkanmu dari keluhan para klien.

  1. Penataan Gaya yang Sesuai

Saat mengikuti lash training, kamu juga akan diajarkan tugas last artist lainnya, seperti cara menata bulu mata yang sesuai. Mulai dari menentukan panjang, ketebalan, hingga ikal yang diinginkan klien. Jangan sampai mengecewakan mereka karena dapat berpengaruh pada reputasimu. Tidak lupa untuk mempertimbangkan beberapa hal, seperti arah pertumbuhan bulu mata alami, struktur tulang wajah, serta bentuk dan jarak mata klien.

  1. Patuh Pada Protokol Perawatan

Bergabung dengan lash training membuatmu paham jika sebelum memasang eyelash extension harus dilakukan perawatan. baik sebelum maupun sesudahnya. Bersihkan terlebih dahulu riasan pada klien, serta memastikan bulu matanya bebas dari debu dan kotoran. Gunakan sampo khusus bulu mata atau tisu protein guna mendapatkan hasil yang maksimal. Sertakan juga toner dan primer agar semakin bersih. Untuk menjangkau akarnya, coba pilih sikat dengan microfiber atau aplikator lip gloss.

  1. Paham Jarak Kelopak Mata

Menentukan jarak eyelash extension dengan kelopak mata memang terbilang sulit. Inilah pentingnya mengambil kelas lash training, salah satunya supaya mendapat pengetahuan mendetail dan berbagai pelatihan prosedural yang tepat. Usahakan membuat jarak antara bulu mata dan kelopaknya tidak terlalu dekat. Pasalnya, akan mengganggu kenyamanan klien bahkan menyakiti indera penglihatannya tersebut. Ukuran ideal antar keduanya adalah sekitar 0,5 sampai 1 mm.

 

  1. Mampu Memeriksa Kerekatan

Maksudnya disini, jika kamu mengikuti pelatihan lash artist, nantinya akan terbiasa dalam memeriksa kerekatan lem pada hasil eyelash extension. Pasalnya, benda ini berisiko menyebabkan kerusakan pada bulu mata. Pastikan tingkat kerekatan lem dengan bulu mata menggunakan pinset. Periksa mulai dari akar hingga ujung secara menyeluruh. Lakukan hal tersebut setidaknya selama 10 menit di tiap akhir pengerjaan.

  1. Mengenal Pemetaan Bulu Mata

Kelas lash training juga akan memperkenalkanmu pada pemetaan bulu mata. Tujuannya agar hasil eyelash extension lebih simetris dan indah dilihat. Hal ini penting dilakukan guna memperoleh kesempurnaan. Mulai pemetaan tersebut saat klien membuka mata dengan menggunakan pensil alis. Gunanya, untuk menandai bagian tengah pada bagian kelopak. Jika dilakukan dalam keadaan tertutup akan sulit menemukan area yang dimaksud.

  1. Tahu Arah Bulu Mata yang Baik

Sebelum memasang eyelash extension, kamu sebagai lash artist perlu tahu arah bulu mata klien. Jika tidak, maka tampilan keseluruhan akan tampak berantakan.  Solusinya, bisa dengan menggunakan cermin kecil untuk memeriksa arah ujung tersebut selama perawatan.

  1. Memasang Penutup Mata dengan Benar

Saat mengerjakan eyelash extension, diperlukan juga penutup mata agar memperoleh hasil yang bagus. Namun, kamu wajib memasangnya dengan cara yang benar. Misal, penempatan yang sesuai, karena jika tidak, dapat membuat klien merasa kurang nyaman. Selanjutnya, usahakan penutup tidak dekat dengan garis air. Hal ini dikarenakan dapat menyebabkan luka bakar atau memar di area mata. Gunakan tambalan ekstra dan fleksibel, agar klien merasa nyaman dan aman.

  1. Membuka Usaha Jasa Sendiri

Ketika mengikuti lash training, kamu berkesempatan untuk membuka usaha jasa eyelash extension sendiri. Tentunya sudah dilengkapi dengan ilmu mengenai tugas lash artist. Jika banyak klien yang senang dengan hasil kerjamu, kesuksesan dan kekayaan siap menanti. Menarik, bukan?

 

Demikianlah sepuluh manfaat lash training guna meningkatkan skill atau kemampuan sebagai lash artist. Tertarik mengikuti kelas lash extension artist? Anda bisa mendaftar di Lavere Lash.

You have successfully subscribed!
This email has been registered