Press On Nails Bikin Salon Sepi? Ini Cara Mengubahnya Jadi Peluang Bisnis ala Founder Nail Art House
Halo Lash Sister! Pernah khawatir klien pindah ke produk DIY karena lebih praktis? Di Lavere Connect, Ramona Anggelita, Founder Nail Art House, membahas topik Beyond the Brush, yaitu bagaimana press on nails mengubah industri nail di Indonesia dan apa artinya untuk setiap beauty studio. Pesannya menenangkan: inovasi bukan untuk ditakuti, tapi peluang untuk bertumbuh.
Satu Dekade Perubahan di Industri Nail
Nail Art House sudah menjadi supplier dan academy sejak 2010, jadi Ramona melihat langsung perkembangan industri nail di Indonesia dan perkembangan nail art dari tahun ke tahun. Dari perjalanan itu, satu hal terlihat jelas: pasar selalu berubah, dan bisnis yang bertahan adalah yang mau beradaptasi dan terus menambah nilai untuk kliennya.

Tiga Pelajaran untuk Studio Kamu
Press On Nails, Ancaman atau Peluang?
Tren press on nails di Indonesia memang mengubah perilaku konsumen, mulai dari kuku palsu, fake nails, sampai DIY nail art di rumah. Tapi menurut Ramona, inovasi ini juga membuka pasar baru dan menghadirkan pelanggan baru. Artinya, press on nails sebagai peluang bisnis bisa jadi nyata untuk nail studio yang jeli membacanya.
Menciptakan Nilai di Atas Produk DIY
Ini inti dari cara nail salon menghadapi tren DIY nails. Salon profesional bisa tampil beda lewat customer experience, kualitas layanan, hasil yang lebih tahan lama, dan edukasi kepada klien. Produk DIY memang praktis, tapi pengalaman dan keahlian tidak bisa digantikan begitu saja.
Yang Bisa Dipelajari Lash dan Brow Business
Dampak press on nails terhadap nail salon ternyata juga relevan untuk bisnis lash dan brow. Tren DIY bisa muncul di kategori mana pun, jadi kuncinya adalah menjaga relevansi dan terus bertumbuh, bukan panik saat pasar bergeser. Studio yang adaptif justru bisa menjadikan tren baru sebagai pintu masuk untuk menjangkau klien yang sebelumnya belum pernah datang.

Mulai dari Mana?
Coba lihat layanan di studiomu hari ini: apa yang tidak bisa dilakukan klien sendiri di rumah? Jawabannya adalah nilai jual kamu. Perkuat di situ, mulai dari konsultasi, hasil, sampai edukasi perawatan, supaya klien merasa layanan profesional jauh lebih berharga dari sekadar produk praktis. Lavere Connect hadir supaya salon owner dan lash artist bisa belajar dari para praktisi industri dan langsung menerapkannya di studio masing masing.



Tulis komentar
Ingat, komentar perlu disetujui sebelum dipublikasikan.